Feedburner merupakan media yang tepat untuk mempromosikan konten dalam sebuah blog sehingga pengunjung dapat dengan mudah mengakses konten tersebut di mesin pencari (search engine). Untuk mendapatkan pelayanan dari Feedburner tidaklah begitu sulit, cukup dengan mendaftarkan blog kesayangan kita di website resminya. Setelah itu, kita akan memiliki akses ke Feedburner.
Sebelumnya saya pernah memperkenalkan alat promosi blog yang satu ini kepada sobat. Sekarang mari kita simak masalah yang terjadi ketika kita mendaftar Feedburner. Tidak semua jalan selalu mulus, adakalanya kita dihadapkan dengan suatu masalah. Namun jangan berputus asa karena justru dengan masalah inilah kita menjadi belajar. Saya bercerita dari pengalaman ketika dihadapkan dengan masalah yaitu blog ditolak oleh Feedburner.
Awalnya semuanya berjalan baik, login dengan alamat email tidak ada kendala dan halaman utama website Feedburner terbuka seperti biasanya. Namun sebuah masalah muncul setelah submit URL blog, tiba-tiba muncul keterangan:
Your feed filesize is larger than 1024K. You need to reduce its size in order for Feedburner to process it.
Dari pesan tersebut terlihat bahwa ukuran feed telah melebihi kapasitas. Berdasarkan informasi dari situs dukungannya, Feedburner tidak akan menerima umpan lebih besar dari satu megabyte (1MB/1000K). Artinya, jika feed yang dipublikasikan melebihi batas tersebut, Feedburner tidak akan memperbarui feed sampai ukurannya kembali berada di bawah batas maksimal.
Biasanya masalah ini terjadi ketika kita mendaftarkan Feedburner setelah blog memiliki banyak konten. Dengan kata lain, pendaftaran dilakukan terlambat. Idealnya, Feedburner didaftarkan saat blog masih baru agar terhindar dari error ini.
Selain itu, pengaturan feed pada blog biasanya masih berada pada posisi Penuh. Hal ini menyebabkan ukuran feed menjadi terlalu besar sehingga perlu diubah ke posisi Singkat. Feed dalam mode penuh juga dapat meningkatkan risiko duplicate content yang berdampak buruk pada performa blog di mesin pencari.
Duplicate content sering terjadi karena konten dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab menggunakan teknik AGC (Auto Generated Content). Jika blog terkena AGC, maka konten dapat otomatis tersalin ke blog lain. Oleh sebab itu, memperkecil ukuran file feed sangat penting dilakukan oleh seorang blogger.
Bagaimana Cara Mengurangi Ukuran Feed Menjadi di Bawah Batas 1024K?
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini, yaitu melakukan pengaturan pada akun Blogger dan melakukan pengaturan pada akun Feedburner dengan mengubah alamat feed asli pada halaman feed.
1. Pengaturan pada Akun Blogger
- Login ke akun Blogger.
- Pilih Setelan pada menu opsi lainnya.
- Pilih menu Lainnya, kemudian pada bagian Izinkan Umpan Blog pilih Singkat.
- Terakhir, klik Simpan Setelan.
Sampai tahap ini sebenarnya masalah sudah dapat diatasi, namun hasilnya masih kurang optimal. Cara di atas hanya mempersingkat feed, sedangkan jumlah feed yang ditampilkan belum dibatasi.
Jumlah feed pada halaman Feedburner juga harus ditentukan karena dapat menyebabkan kapasitas berlebih jika konten blog sudah banyak. Oleh karena itu, sangat disarankan melakukan cara kedua, yaitu membatasi jumlah feed.
2. Pengaturan Jumlah Feed pada Feedburner
- Masuk ke akun Feedburner.
- Klik judul umpan Feedburner pada halaman My Feeds.
- Pada halaman manajemen feed, klik Edit Feed Details.
- Ubah alamat default feed pada kolom Original Feed menjadi:
http://kursuskomputergratis.com/feeds/posts/default?max-results=3
Perhatikan bahwa parameter max-results menentukan jumlah posting yang ingin ditampilkan pada feed Feedburner. Nilai yang diperbolehkan adalah angka antara 1 hingga 500.
- Terakhir, klik Save Feed Details.
Sampai di sini proses mengatasi file feed yang terlalu besar telah selesai dilakukan dan blog sudah dapat menggunakan layanan Feedburner dengan lebih optimal.
Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat blogging!